arti pentingnya pendidikan muslimah
- kaum wanita sangat berpengaruh dalam setiap lini kehidupan, baik bagi kaum hawa sendiri maupun bagi kaum adam. Contohnya kaum wanita sebagai seorang ibu, adalah guru pertama bagi anak-anaknya untuk membentuk bahkan menentukan masa depan mereka, paragenerasi masa depan kehidupan. Luar biasa sekali, sangat menentukan, dan skala permasalahan serta kepentingannya bukan lagi individu tapi mempertaruhkan masa depan dunia. Lantas bisa terbayang jika sesuatu yang buruk terjadi pada wanita maka akan menimbulkan problema berantai yang skalanya juga besar karena keberadaannya yang mampu mempengaruhi kehidupan tersebut. Sehingga problema kaum hawa merupakan permasalahan besar yang seharusnya segera diatasi secara serius.Seperti yang kita ketahui bahwa kaum muslimah adalah kaum mayoritas di dunia ini, jika mereka mendapatkan pengetahuan dan pemahaman serta keyakinan tentang islam secara total maka kebobrokan tingkah laku yang menyebabkan berbagai problem pada mayoritas penduduk dunia akan masih bisa teratasi, setidaknya tidak akan separah sekarang. Keadaan para perempuan islam (muslimah) sampai sekarang jauh dari kata baik, alias terpuruk! Bisa dilihat betapa banyak muslimah yang menjadi korban kekerasan fisik maupun mental di negara ini, bahkan di negara lain. Hak-hak mereka dilanggar melalui perdagangan perempuan, pelecehan seksual, penipuan, perampokan, penganiayaan, bahkan pembunuhan. Semua itu seakan telah menjadi kata-kata akrab dalam kehidupan untuk menggambarkan keadaan perempuan khususnya perempuan muslim dewasa ini. Setiap tahunnya grafik muslimah sebagai korban terus meningkat, padahal sadar atau tidak meski tidak maksimal sudah ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah maupun instansi terkait untuk mengatasi permasalahan ini. Namun sama sekali tidak membawa perubahan apapun kearahyang lebih baik, justru membuat permasalahan ini semakin keruh. Hal ini membuktikan bahwa hukum yang dibuat manusia untuk menyelesaikan masalah tidak akan berhasil. Jangankan berhasil mengatasi suatu masalah, mengurangi pun tidak, justru bisa menambah masalah yang lain. Namun ironisnya tidak sedikit muslimah yang justru menjadi pelaku dalam faktor penyebab keterpurukan muslimah itu sendiri. Seperti para perempuan muslim yang cenderung lebih senang mengumbar auratnya kemana-mana daripada menutupnya dengan benar. Mereka lebih nyaman berada di warung berjam-jam untuk bergunjing daripada mendidik anak-anaknya dan merawat rumah atau mengurus suami. Para perempuan itu lebih memihak kehidupan duniawi yang sejatinya penuh tipuan dan kesenangan sesaat yang menyengsarakan. Mata mereka rabun dari kebenaran dan fitrah mereka sebagai perempuan yang sebenarnya melalui slogan emansipasi wanita. Padahal mereka sadari atau tidak slogan itu justru membuat posisi mereka sebagai muslimah semakin terpuruk bahkan meningkatkan grafik pelecehan terhadap mereka sendiri. Mengapa semua ini bisa terjadi? Jawabannya hanya satu, yakni karena mereka telah melenceng dari jalan yang diridhoi Allah. Lantas apa yang harus dilakukan? Tentu saja dengan kembali pada jalan yang diridhoi Allah. Bagaimana cara mewujudkannya? Bisa dengan banyak cara, dan salah satunya adalah melalui pendidikan muslimah. Pendidikan muslimah yang dimaksud adalah pendidikan yang menjadikan al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman aktivitas belajar mengajar yang dalam hal ini diperuntukkan bagi muslimah atau perempuan berstatus islam meski pada hakikatnya pendidikan muslimah tidak akan mengganggu atau membawa pengaruh buruk bagi para non muslim. Sebab seperti yang telah disinggung sebelumnya, bila mempedomani aturan buatan manusia untuk memecahkan suatu masalah, niscaya tidak akan berhasil. Hal ini tentu saja karena sifat manusia yang terbatas, lemah dan tidak sempurna, sehingga jalan satu-satunya adalah mempedomani sesuatu yang sempurna yakni: al-Quran dan Sunnah yang berasal dari Allah Subhanahu wata'ala, Zat yang Maha mengetahui segala yang terbaik bagi umatnya. Kemudian pendidikan muslimah yang diharapkan bukanlah pendidikan muslimah yang setengah-setengah dalam mengkaji al-Quran dan Sunnah melainkan harus 100%. Sebab bila kurang sedikit saja keyakinan terhadap hukum Allah tersebut maka problematika muslimah tidak akan bisa teratasi. Tidak ada istilah abu-abu dalam islam sebagai agama penyempurna yang membawa pada keselamatan. Hitam adalah seratus persen hitam dan putih adalah seratus persen putih. Kuncinya adalah totalitas islam! Pendidikan muslimah harus segera dilakukan dan dikembangkan sebagai cara untuk menyelesaikan problematika muslimah yang semakin hari semakin gawat. Melalui pendidikan muslimah inilah para perempuan muslim mendapatkan kunci penyelesaian setiap masalahnya dengan benar dan sesuai perintah Allah. Apabila sesuatu tersebut dilakukan sesuai perintah Allah berarti telah berjalan pada jalan yang diridhoi Allah, dan apabila telah berada pada jalan yang diridhoi Allah maka pasti segala sesuatunya akan menjadi jauh lebih baik. Kesegeraan dalam mewujudkan pendidikan muslimah mesti dilakukan sedini mungkin, mulai dari pendidikan pada taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Namun lebih luasnya pendidikan muslimah jangan hanya diberlakukan pada lembaga atau instansi yang berhubungan dengan pendidikan saja tapi juga pada cakupan kehidupan sosial bermasyarakat. Sebab masyarakat adalah lembaga tak kasat mata yang tidak kalah besar pengaruhnya bagi para muslimah. Apabila seorang muslimah telah mendapatkan pendidikan muslimah yang baik di sekolahnya dan berhasil membentuk pola pikir yang islami, jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak memiliki nilai-nilai islami maka muslimah tersebut akan ikut terpengaruh. Sehingga segala pengetahuan islami yang dia dapatkan di sekolahnya menjadi tidak berguna,sebab lingkungannya-dalam hal ini masyarakat tidak mendukung. Dengan pengaruhnya yang sedemikian besar, masyarakat merupakan wadah pendidikan dan harus berlandaskan ideologi islam untuk mendukung maksimalnya pendidikan muslimah di lembaga pendidikan. Selain masyarakat, ada lagi wadah pendidikan yang pengaruhnya jauh lebih kuat bagi para muslimah, yaitu orang tua (keluarga). Bagaimanapun pendidikan yang diterima seorang muslimah baik di lembaga pendidikan maupun di masyarakat tidak akan efektif bagi muslimah yang pola pikir islaminya masih belum seratus persen jika orang tuanya tidak mendukung pembentukan pola pikir dan perilaku muslimah tersebut. Hal inilah yang menjadikan orang tua sebagai lingkungan yang paling dekat dan kuat pengaruhnya terhadap seorang muslimah sehingga dapat dikatakan sebagai wadah pendidikan, yang berlandaskan islam tentunya.
- Dari berbagai uraian tersebut, terdapat tiga faktor utama dalam mewujudkan pendidikan muslimah yang maksimal. Pertama: sekolah atau perguruan tinggi, kedua: masyarakat, dan ketiga: orang tua. Apabila ketiga faktor tersebut benar-benar menggunakan al-Quran dan Sunnah sebagai pedoman pada pendidikan maka terciptalah pembentukan pola pikir islami bagi muslimah. Begitu pola pikir tersebut telah mentap tertancap dalam keyakinan setiap muslimah maka pola perilaku mereka pun otomatis akan berubah. Pola pikir dan tingkah laku islami dalam berinteraksi di tengah-tengah umat akan menciptakan sistem yang islami pula. Para perempuan muslim tidak akan senang lagi dengan aktivitas gosip, karena gosip dilarang oleh Allah dan karena telah yakin dengan ketidakbergunaan gosip serta konsekuensinya dalam islam bila dilanggar. Sehingga waktu yang biasanya terbuang karena bergosip dapat digunakan untuk melakukan aktifitas lain yang bermanfaat seperti mengurus rumah, anak-anak dan suami. Dengan begitu para muslimah akan jauh dari problema seperti pertengkaran, pencemaran nama baik, fitnah, bahkan pembunuhan. Selain problema tersebut, problema besar lain juga akan teratasi sebagai hasil dari terwujudnya pendidikan muslimah yang sesungguhnya, seperti pelecehan seksual akan berkurang bahkan hilang bila para muslimah menjaga kehormatannya dengan menutup aurat dengan sempurna, tidak lagi mengumbarnya. Penipuan, perampokan, penganiayaan, bahkan pembunuhan juga akan teratasi bila para muslimah paham dengan aturan islam dalam larangan memamerkan kekayaan, berlebih-lebihan dalam berhias serta menjaga segala perbuatan dan ucapan mereka. Dengan demikian grafik ‘muslimah sebagai korban’ maupun grafik ‘muslimah sebagai pelaku’ akan turun. Satu hal yang juga harus disadari dan penting untuk diterapkan dalam pendidikan muslimah agar tercipta generasi muslimah yang dikehendaki Allah untuk mengatasi problema muslimah secara global yaitu penerapan pemahaman kepada peserta pendidikan bahwa: islam bukanlah agama yang mengatur perihal individu saja apalagi masalah spiritual belaka namun juga perihal dalam bermasyarakat dan bernegara. Dengan kata lain islam merupakan solusi yang hadir untuk mengatasi segala problematika umat, baik muslim maupun non muslim. Tentu saja, karena islam adalah agama yang sempurna dari Allah dan telah dipersiapkan untuk mengatasi problema apapun yang menyangkut kehidupan manusia melalui al-Quran dan Sunnah.
- Pendidikan muslimah sejatinya bukanlah satu-satunya cara untuk mengatasi problematika kaum wanita semata, sebab pendidikan hanyalah salah satu faktor dari banyak faktor seperti faktor ekonomi, faktor sosial, faktor budaya, faktor teknologi dan banyak lagi. Semua faktor tersebut bergerak dalam satu sistem atau lebih tepatnya digerakkan oleh sistem yang diciptakan negara. Sehingga meski kinerja pendidikan yang baik telah dimaksimalkan , tidak menjamin keberhasilan dari faktor-faktor lainnya dan apabila semua faktor ini tidak bekerja selaras dengan faktor yang telah berfungsi dengan baik dan maksimal tersebut maka sistem yang membentuk atau terbentuk dari faktor itu tidak akan bisa berubah. Sederhananya untuk merubah suatu sistem dibutuhkan kinerja maksimal dari semua faktor terkait. Namun itu tidak bisa terwujud karena yang bisa dan berkuasa untuk mengubah sistem, apakah itu sistem pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya adalah negara. Jadi untuk bisa memperbaiki problematika umat pada umumnya dan problematika muslimah pada khususnya demi terciptanya kehidupan menjadi lebih baik adalah dengan mengubah negara itu sendiri agar mengikuti al-Quran dan Sunnah, karena seperti yang telah dijelaskan bahwa hanya islam dengan al-Quran dan Sunnah-nya yang bisa digunakan sebagai solusi pemecah segala problematika kehidupan. Bila dianalogikan semua faktor tersebut seperti ranting-ranting pohon dan negara adalah akarnya, yang mana bila satu ranting bagus tidak menjamin semua ranting akan bagus, namun bila akarnya yang dirawat dengan bagus, maka batang dan rantingnya pasti akan bagus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar